Terkait Tanah Eks HGU PT Krakatau Limo Sejati di Kabupaten Solok, Badan Bank Tanah Laksanakan Sosialisasi Tanah Cadangan Umum Negara

Bagikan Artikel

Solok – Badan Bank Tanah laksanakan Sosiaslisi Tanah Cadangan Umum Negara di Kabupaten Solok. Sabtu.(13 Januari 2024) di SDN 06 Gunung Talang, Nagari Koto Gadang Guguk Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok.

Adapun materi Sosialisasi dari Badan Bang Tanah yakni terkait tanah Eks HGU PT Krakatau Limo Sejati yang diberikan Pemerintah tahun 1990, yang bergerak pada Perkebunan Kopi dan berlokasi di Bukit Gompong Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Sumatera Barat, yang dipergunakan lagi sesuai peruntukan HGU oleh Perusahaan Perkebunan Kopi Krakatau Limo Sejati.

Kepala Bagian Perolehan, Pengadaan, dan Pendistribusian Tanah badan Bank Tanah, San Yuan sirait, Menjelaskan semula Pemerintah memberikan izin usaha untuk perkebunan, dimana manfaatnya banyak hal. ada multi fire efek, ada investasi, bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat, bisa meningkatkan perekonomian, dan bisa juga meningkatkan pendapatan bagi Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat. Seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan tersebut tidak lagi menguasai tanah itu sesuai dengan fungsinya.

“Pada tahun 2010 Kementrian ATR/BPN melakukan Inventarisasi dan telah memberikan peringatan kepada perusahaan (Krakatu Limo Sejati). Telah diberikan peringatan 1,2,3 namun tidak dindahkan juga. Akhirnya pemerintah menarik HG nya, dibekukan HGU nya, “ Ujar San Yuan Sirait

Masih katanya, Tahun 2013 ditetapkankanlah itu sebagai tanah terlantar. Setelah ditetapkan sebagai tanah terlantar, maka status tanahnya menjadi tanah Negara.

Menurut San Yuan Sirat lagi, tanah tersebut telah banyak digarap oleh masyarakat, namun masyarakat yang telah menggarap tanah tersebut perlu ditata. Pada Tahun 2021 Pemerintah membentuk Badan Bank Tanah melalui Peraturan Pemerintan Nomor 64 tahun 2021. dimana tugas Bank Tanah adalah memastikan tanah tersebut bermanfaat, tidak terlantar, Bank Tanah akan menata 450 ha, untuk reforma agrarian. 200 ha diserhkan ke Pemda, untuk dikelola oleh Pemda, bisa untuk sarana Pendidikan, bisa untuk sarana perkantoran, bisa untuk sarana kesehatan, bisa untuk sarana wisata, bisa untuk perkebunan milik Pemda, dengan catatan itu kewenangan penuh dari Bupati.

Baca Juga :

kepada petani yang telah menggarap di dalam HGU, akan diberikan Hak Pakai selama 10 tahun, untuk memastikan tanah tersebut termanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Diberikan 10 tahun untuk memastikan benar-benar digunakan untuk kehidupan, tidak untuk dijual.. setelah 10 tahun, akan diakui hak kepemilikan, menjadi hak milik, diberikan sertifikat. Ujar San

Kepala DPRKPP Kabupaten Solok, Retni Humaira menjelaskan bahwa dengan adanya program tersebut akan ada kejelasan status tanah yang telah digarap oleh masyarakat.

Retni Humaira menyebut, Pemerintah Kabupaten Solok telah menerima SK dari Kementrian Agraris dan tata Ruang terkait 200 ha yang diperuntukan bagi Pemerintah daerah. Selain itu Retni Humaira menambahkan untuk pengembangan infrastruktur ke lokasi, pemerintah daerah akan selalu memberikan fasilitas melalui berbagai program, misalnya pembukaan jalan dengan ekscavator dan pembangunan jalan usaha tani, dan lain sebagainya. Yang penting status tanah nya jelas, dengan status yang jelas dapat kita lakukan pembukaan jalan usaha tani, melalui dinas pertanian nantinya, atau jika sudah ada pemukiman bisa juga dibuka jalan lingkungan.

Sementara Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Solok, Desrizal, menjelaskan untuk proses pembuatan sertifikat nantinya tetap dilakukan pengukuran oleh BPN. Masyarakat yang telah menggarap tanah Eks PT Krakatau Limo Sejati yang hadir pada kesempatan tersebut menyambut gembira kegiatan tersebut.

Salah seorang Ketua Kelompok Tani di lokasi tersebut, Musrizal mengatakan sangat bangga dengan adanya langkah dari pemerintah tersebut karena dengan demikian masyarakat penggarap akan memperoleh kepastian haknya. Musrizal juga menyampaikan terima kasihnya kepada Badan bank tanah, Pemerintah Kabupaten Solok, Badan Pertanahan Nasional dan pihak-pihak lainnya.

Tindak lanjut dari sosialisasi tersebut Yuan Sirait, pada hari Selasa tanggal 17 Januari mendatang akan dilakukan pemasangan tanda batas dari tanah eks HGU PT Krakatau Limo Sejati, dilanjutkan dengan pengukuran. Setelah itu dilakukan inventarisasi data-data penggarap.(Admin)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Bimantara News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca