Kecelakan Bus jatuh Ke Sungai Di Guci, Diduga Adanya Gangguan Pada Sistem Pengeraman Bus

Bagikan Artikel

Bimantaranews.com – Polisi memastikan kecelakaan bus jatuh ke sungai di Guci, Tegal bukan disebabkan oleh rem tangan yang ditarik oleh anak kecil.

Anak kecil yang merupakan salah satu penumpang bus sedang berada di pangkuan orang tua ketika insiden terjadi.

“Hasil informasi sementara bahwasanya kami tanyain saksi-saksi yang ada di dalam yang jadi korban, informasi itu tidak ada, karena posisi anak-anak sebelum kejadian mereka duduk di bagian tengah dipangku sama orang tua,” kata Kapolres Tegal Muhammad Sajarod saat dihubungi, Minggu (7/5).

Kendati demikian, Sajarod menyebut pihak kepolisian tetap akan memeriksa sistem pengereman bus yang diklaim kernet telah dalam posisi rem tangan.

“Kemudian kita cek sistem pengeremannya apakah benar itu saat ditinggal kernet posisi hand rem atau tidak, itu kan menurut kernet itu posisi hand rem, tapi kan harus kita cek dulu,” tutur Sajarod.

Sopir hingga kernet bus hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi. Untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab nantinya akan dilakukan gelar perkara.

“Saat ini masih sebagai saksi, ini kan kita olah TKP, baru nanti kita lakukan gelar perkara,” ucap dia.

Diketahui, ada 13 penumpang yang masih berada di luar kendaraan ketika insiden terjadi, total 37 penumpang yang menjadi korban dari bus yang bermuatan 50 orang tersebut.

Artikel ini sudah di tayangkan selengkapnya : Baca artikel CNN Indonesia “Polisi: Kecelakaan Bus di Guci Bukan Imbas Rem Tangan Dimainkan Bocah” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230508071208-20-946503/polisi-kecelakaan-bus-di-guci-bukan-imbas-rem-tangan-dimainkan-bocah.


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Eksplorasi konten lain dari Bimantara News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca